ANALISIS BUDIDAYA AYAM KAMPUNG
Untuk mengetahui berapa besar modal yang harus diinvestasi dalam
usaha pemeliharaan ayam kampung dan berapa jumlah keuntungan yang diperoleh,
maka dibawah ini penulis mencoba membuat perhitungan berdasarkan catatan harian
pengeluaran seorang peternak. Ukuran kandang panjang 8 meter lebar 2,5 meter
dan tinggi 3 meter. Ukuran pagar keliling, panjang 18 meter, lebar 10 meter dan
tinggi 2,7 meter.
Kandang tersebut digunakan untuk memelihara 155 ekor ayam muda
yang terdiri dari 150 ekor ayam betina dan 5 ekor jantan dengan umur rata-rata
4 bulan. Ayam-ayam tersebut dibeli dengan Rp 9.000,00/ekor. Porsi pakan 100 gr
/ekor/hari, pada bulan ke dua dan ke tiga porsi pakan di naikkan masing-masing
sebesar 20%dan 25%.
Di bulan ke empat dari masa pemeliharaan ayam–ayam tersebut
telah mulai bertelur, dengan jumlah rata-rata 14 butir per periodenya. Untuk
meningkatkan jumlah produksi telor, sengaja peternak menerapkan metode siklus
reproduksi, yaitu dengan jalan :
1. memisahkan induk dari telurnya dengan hanya
satu butir telor pada sarangannya .
2. pada induk–induk yang mulai memperlihatkan
tanda-tanda mengeram secepatnya di mandikan
Dari kedua perlakuan diatas maka ditahun satu masa produksinya
dapat diatur sebanyak lima kali .
Pada bulan ke 7 dari keseluruhan produksi telor 10% dieramkan
sedangkan sisanya dijual. Untuk tugas pengeraman sengaja digunakan untuk ayam
sebanyak 20 ekor, sehingga pada bulan ke delapan terjadi penurunan produksi
telur .
Setelah menetas induk dan DOC dipisah, kemudian induk
dimandikan. Pada bulan ke sembilan produksi telur mulai meningkat. Dalam
produksi ayam kampung ini yang perlu di ketahui adalah :
- Fertilitas =96%
-Daya tetas =90 %
-Kematian = 3%
-Umur Penetasan 21 hari
-Pemberian faksin dilakukan sebanyak 4 kali selama pemeliharaan.
DOC setelah dipisah dari induknya ditempatkan dalam kotak dos
beralaskan sekam padi yang di campur sedikit kapur, tanpa diberi bantuan induk
buatan (Listrik lampu minyak) sedang sebagai sumber penghangat DOC akan
memperoleh dari panas tubunya sendiri. Pada pemeliharaan ditahun kedua siklus
reproduksi pertahunya diatur sebanyak 11 kali, dengan demikian diharapkan pada
peningkatan dalam jumlah produksi (telur) selain itu pada pemeliharaan ini ada
tambahan populasi ayam sebanyak 175 ekor betina dan 8 ekor pejantan. Untuk
menghindarkan terjadinya “kanibalisme” oleh ayam yang lebih kuat, maka dibuat
kandang baru. Dibulan kelima ayam-ayam tersebut sudah mulai bertelur, dengan
demikian ada kenaikan dalam jumlah produksi telur. Dari jumlah produk
perharinya, resiko pecah atau retak diperhitungkan sebanyak 6 butir atau 180
per bulan (angka rata-rata), dan ini oleh peternak dimanfaatkan untuk lauk.
Sehingga total keseluruhan yang dikomsumsi adalah 17x180 butir=30.60 butir,
sedang yang dijual sebanyak 49.300 butir dengan harga 850.
A. Pemberian Pakan
1.Untuk ayam muda –dewasa, 100 gr /ekor/hari
Jumlah pakan per hari untuk 155 ekor =(100x 155) kg: 1000 = 15,5
kg.
Jumlah pakan bulan I = 30x15,5 kg = 465 kg
Jumlah pakan bulan II= (0,2x465 kg)+465 kg = 558 kg
Jumlah pakan bulan III= (0,25x558kg)+558kg = 697,5 kg
Jumlan pakan bulan IV – umur 2 tahun = 17x697,5 kg =11.857,5 kg
Total pemberian pakan =13,578 kg
2. Untuk DOC 60 gr/ekor/hari, sampai umur 3 bulan
Jumlah pakan untuk 189 DOC (189 x 60)kg :1000 = 11,34 kg
Jumlah pakan bulan I 30 x 11,34kg = 340,20 kg
Jumlah pakan bulan II(mortalitas 3%)(0,15x60)+60x183
x30x1kg = 378,81 kg
1000
jumlah pakan bulan III (0,15x378,81kg)+378,81kg = 435,63 kg
Total pemberian pakan = 1.154,64 kg
3. Untuk ayam muda –dewasa, 100gr/ekor/hari
Jumlah pakan per hari untuk 183 ekor (100x183)kg: 1000 = 18,3 kg
Jumlah pakan bulan I =30x18,3 = 549 kg
Jumlah pakan bulan II =(0,2x549)kg+549kg = 658,8kg
Jumlah pakan bulan III =(0,25x658,8)kg+658,8kg = 823,5kg
Jumlah pakan bluan IV –bulan keXI = 10x823,5kg = 8.235 kg
Total pemberian pakan = 10.266,3kg
B. Analisa Biaya
1. Input
a. Biaya Infestasi
-Pembuatan kandang tahun 1 = Rp.35.000,00
-Pembuatan kandang dan Box tahun 11 =Rp.40.000,00
-Pembuatan pagar keliling =Rp.125.000,00
Total biaya investasi =Rp.200.000,00 (1)
b. Biaya Operasi
-Pembelian 155 ekor ayam=155xRp900,00 =Rp.139.500,00
-Pembelian untuk 155 ekor ayam=13.578xRp120,00 =Rp.1.29.360,00
-Pembelian pakan untuk 189 DOC sampai umur 3 bulan
=1.154,64xRp.120,00 = Rp.138.556,80
-Pembelian pakan untuk 183 ekor ayam=Rp.10.266,3x120,00
=Rp.1.231.956,00 +
Total pembelian pakan =Rp.2.999.872,80
-Biaya vaksin dan obat cacing untuk ayam muda dan dewasa
=Rp.3.000 ,00
-Biaya vaksin dan obat cacing/DOC =Rp.1.000 ,00
Total biaya operasi =Rp.139.500,00 + Rp.2.999.872,80 + Rp 4000,00
=Rp.3.143.372,80
c. Penyusutan dan Perbaikan
-Penyusutan kandang 1 tahun =Rp.2.500,00
-Penyusutan pagar 1 tahun =Rp.3.000.00
-Perbaikan kandang 1 tahun =Rp. 4.000,00
` -Perbaikan kandang 1 tahun =Rp. 5000,00
Total =Rp. 14.50000
2.Output
-Penjualan telur selama pemeliharaan= 49.300xRp850,00=Rp 41
905.000,00
-Penjualan ayam afkir
@Rp40.000,00 =Rp 6.200.000,00
- Penjualan dari telur yang dikomsumsi
=3060x500=Rp 1.530.000,00
Total Rp 49.635.000,00
C. Keuntungan Yang Diperoleh
Rp 49.635.000,00 – Rp25.034.099.00 = 24.600.001,00
Rp24.600.001,00 : 20bln = Rp 1.230.000,00 /bln

Komentar
Posting Komentar